Sukabumi –banyak berita .com-Sejumlah orang tua siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Sukabumi mengeluhkan pungutan yang dibebankan oleh pihak sekolah untuk program Gema, sebuah acara perlombaan tingkat SMP/sederajat yang disebut-sebut sebagai ajang promosi sekolah.
Keluhan ini muncul karena pungutan tersebut dilakukan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu dengan para orang tua siswa. Salah satu orang tua yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa pungutan diumumkan saat pengambilan rapor sebelum libur.
"Sewaktu pengambilan rapor sebelum libur dikasih tahu kalau ada acara GEMA dan harus bayar Rp50.000 sampai Rp75.000," ujar orang tua siswa, Jumat (7/2/2025).
Selain merasa keberatan dengan biaya yang dibebankan, orang tua siswa juga menyesalkan cara penagihan yang dinilai tidak etis. Mereka mengaku kerap disebut di grup jika belum membayar, yang menurut mereka cukup memalukan.
Keluhan lainnya datang dari pungutan SPP bulanan yang mencapai Rp200.000 per siswa. Padahal, MAN 2 Kota Sukabumi berstatus sebagai sekolah negeri.
"Menurut saya, acara GEMA itu tidak ada manfaatnya, malah rugi. Sudah bayar DSP Rp200.000 per bulan, tapi sering tidak belajar karena guru-gurunya sibuk dengan acara Gema tersebut," tambah salah satu orang tua siswa.
Ketika mempertanyakan mengapa masih ada SPP di sekolah negeri, pihak sekolah berdalih bahwa MAN berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag), bukan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Staf Humas MAN 2 Kota Sukabumi, Ajusstb, menegaskan bahwa sekolahnya tidak mendapatkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) seperti sekolah umum yang berada di bawah naungan dinas pendidikan. Oleh karena itu, pungutan masih diperlukan untuk operasional sekolah.
Namun, pernyataan ini bertentangan dengan fakta bahwa madrasah negeri sebenarnya juga berhak menerima Dana BOS dari pemerintah melalui Kementerian Agama. Informasi ini menimbulkan pertanyaan, apakah pihak sekolah memang benar tidak mendapatkan dana BOS atau ada faktor lain yang membuat pungutan masih dilakukan?
Hingga berita ini diterbitkan, Ajusstb belum memberikan tanggapan terkait program Gema dan pungutan yang dibebankan kepada siswa.
Sikap pihak sekolah yang dinilai kurang transparan ini menimbulkan keresahan di kalangan orang tua siswa. Mereka berharap ada kejelasan terkait kebijakan keuangan di MAN 2 Kota Sukabumi agar tidak ada lagi beban yang memberatkan siswa dan orang tua.
Indra/somdani



0 Komentar
Berkomentar dengan bijak, demi menghargai pembuat konten diatas!